Menurut psikolog perkembangan anak Erik Erikson. Anak di usia ini tengah memasuki tahap Autonomy vs Shame and Doubt (mandiri vs malu dan ragu-ragu). Artinya anak berusaha untuk bisa mandiri, menyuarakan keinginan untuk berhasil mendapatkan kepuasan, dan mencapai tahap perkembangan optimal. Kalau orang tua salah menyikapi, anak justru akan berkembang menjadi anak yang cenderung malu dan ragu-ragu, serta sulit percaya diri. Supaya tah salah sangka, coba simak acara-acara mengantisipasi sikap keras kepala ini:
• Simak Rutinitas Anak. Sikap keras kepala akan lebih rentan muncul saat anak lapar, mengantuk, capek dan sakit. Usahakan menghindari saat-saat genting ini.
• Saat matanya berbinar melihat sesuatu, tanggapi dengan respon memperhatikan benda yang dikaguminya itu. Misalnya dengan mengomentari kelucuan anjing yang dilihatnya, meminta anak ikut mencium bunga, mengajak anak ikut memegang benda itu,dll.
• Selalu jaga keadaan rumah anda dalm keadaan bersih dan cukup teratur. Hindari lantai licin, ujung meja yang runcing, benda yang bisa menggelinding dilantai, dan hal-hal berbahaya lain. Semakin sering anak mengalami ’kecelakaan’ dirumah, semakin sulit ia bisa mandiri dan percaya pada dirinya sendiri.
• Usahakan anak yang memutuskan segala sesuatu untuk dirinya sendiri, meskipun tentu saja hal itu sebenarnya sudah merupkan pilihan anda. Misalnya ketika akan pergi, pilihlah 2 atau 3 baju yang pantas, lalu mintalah anak untuk memilih mana yang ingin dia pakai. Anda juga bisa membiarkan anak memilih sendiri menu makanan yang diinginkannya dari gambar-gambar buku di resep mama.
Sumber: Majalah PARENTING INDONESIA,oleh ASA
untuk menghadapi anak yang keras kepala :
BalasHapus-disiplin
-tegas
-sabar
-ajak bicara dengan santai saat santai atau sambil berekreasi