Anak Jadi Pintar Berbahasa, Fokus, Sabar dan Teliti
Menanamkan sikap sabar serta fokus dalam dunia anak yang begitu spontan dan berwarna, kadang menjadi kesulitan tersendiri bagi orang tua. Tingginya kemelitan anak dan hasratnya mencoba banyak hal, membuat mereka kadang tak bias fokus dan sabar. Ternyata TTS alias teka-teki silang bukan hanya membuat anak meningkat kosa katanya, tetapi juga melatih memfokuskan pikiran dan bersikap sabar dan teliti dalam mengerjakan apapun.
Pada dasarnya anak yang sudah bisa membaca dan menulis sekitar usia 5-6 tahun, sudah bisa diperkenalkan dengan teka-teki silang, dengan tingkat kesulitannya disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. Sehingga anak tetap menikmati proses pengerjaannya dan tak merasa terbebani.
Fokus dan Sabar
Mengisi TTS dapat menjadi pilihan bermain bagi anak, jika dilakukan dalam keadaan menyenangkan. Anak diajak memainkan imajinasinya untuk menghasilkan sebuah kata yang tepat sesuai pertanyaan melalui stimulus satu huruf baik di awal, tengah maupun akhir.
Mengisi TTS ini memerlukan kesabaran, fokus serta pengetahuan umum yang memadai sesuai tingkatan usia dan kemampuan anak. Saat anak mulai mencocokkan urutan pertanyaan, sesungguhnya hal tersebut dapat mengasah kecekatan, dimana kegiatan ini memerlukan koordinasi mata dan tangan dan juga anak membiasakan diri untuk fokus serta konsentrasi agar menulis jawaban pada kotak yang tepat.
Butuh Kejelian
Dalam mengerjakan TTS anak tak selalu mulus dalam menemukan jawaban atas pertanyaan yang ada. Ada kalanya anak menemukan pertanyaan yang sangat mudah namun bukan tak mungki dia terhadang kesulitan. Hal ini dapat dijadikan keuntungan jika mereka jeli melihatnya. Karna ditengah kesulitannya menemukan jawaban yang harus diisi ke dalam deretan kotak tersebut, sesungguhnya tanpa disadari anak tengah belajar mengendalikan emosi dan bersabar dalam mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Di sini pun anak dapat belajar memecahkan suatu oermasalahan dengan cara serta usahanya sendiri.
Variasi Pertanyaan
Misalnya dengan menetapkan kosa kata yang akan di ajarkan, masukkan dalam tema besar terlebih dahulu agar fokus dan tak melebar. Jika memungkinkan, bentuklah bagian hitam yang diluar kotak dengan bentuk-bentuk yang lucu, seperti buah-buahan atau tokoh kartun agar anak tertarik mengisinya. Hal terpenting lainnya adalah berikan TTS yang sesuai dengan usia serta kemampun anak, agar permainan tetap menyenangkan untuk dilakukan dan tak terkesan membebani anak di luar batas kemampuannya.
Pengawasan Orang Tua
Permainan jenis ini sesungguhnya bersifat adiktif sehingga memungkinkan anak untuk ketagihan. Jika anak berhasil memecahkan satu jawaban, maka dapat dipastikan ia akan tertantang memecahkan jawaban berikutnya yang levelnya lebih sulit, begitu seterusnya.
Saat anak asik dengan dunianya sendiri dengan menarik diri dari pergaulan adalah awal dari berbagai macam masalah psikologis yang kemungkinan dapat muncul di kelak kemudia hari. Di sinilah peran orang tua dalam mendampingi serta mengawasi anak benar-benar dibutuhkan. Rasanya akan lebih baik jika saat mengerjakan TTS ini orang tua mendampingi, ikut meramaikan suasana dan jadikan sebagai family gathering yang dapat mempererat hubungan dengan anak sekaligus menciptakan quality time.
Sumber: Majalah MOM&KIDDIE.,oleh Citra Andinna
TTS dapat digunakan oleh guru dan orang tua untuk membantu pendidikan dan mempermudah dalam belajar, contohnya TTS bahasa inggris mengenai binatang (materi pelajaran).
BalasHapus